KRONIK PERLAWANAN RAKYAT INDONESIA TERHADAP KOLONIALISME DAN IMPERIALISME PART 2

a. Perang Paderi (1815-1837)
1.      1825    :
2.      15 november 1825      : ditanda tangani perjanjian padang, didalam perjanjian tersebut Belanda mengakui beberapa daerah Sumatera sebagai wilayah kaum Padri
3.      1830    : pada tahun tersebut berkobar perang Padri yang kedua kalinya setelah mereda, karena Belanda manarik mundur pasukan untuk focus melawan pangeran Diponegoro di Jawa. Namun pada tahun tersebut pasukan Padri dibantu dengan pasukan adat. Dan untuk melawan pasukan tersebut Belanda mendatangkan pasukan dari Jawa yaitu Sentot Alibasah Prawirodirdjoh.
4.      1833    : Belanda mencoba menyerang benteng pertahanan di daerah Bonjol.
5.      1835    : daerah Bonjol sudah dikepung oleh Belanda dengan cara menduduki daerah sekitar Bonjol.
6.      1837    :jatuhnya pusat pertahanan kaum Padri di Bonjol setelah melalui pertempuran sengit, sehingga TuanKu Imam Bonjol ditangkap dan dipindahkan ke Cianjur.
7.      6 Novermber 1864     : Imam Bonjol dimakamkan di Paneleng dekat Manado.
b. Perlawanan Pangeran Dipeonegoro (1825-1830)
·         Perang diponegaro berada dikawasan ditegalrejo yang menyebabkan kepindahan pangeran di bukit selarong. Dibukit selarong pangeran ditemani oleh Pangeran Mangkubumi (Paman Pangeran Diponegoro), Ali Basyah Sentot Prawirodirjo sebagai panglima muda dan kyai mojo bersama dengan murid-muridnya, Ageng Serang beserta cucunya bernama R.M. Papak. Perlawanan meluas hingga Yogyakarta, Surakarta, Banyumas, Kedu, Pekalongan, Semarang, Rembang dan Jawa Timur.
·         Benteng Stelsel ; merupakan taktik yang diterapkan oleh belanda untuk menaklukan pangeran diponegoro.
·         1827    : dengan tehnik tersebut akhirnya pasukan Belanda berhasil menaklukan pangeran diponegoro.
·         8 Januari 1855 pangeran diponegoro diasingkan ke Manado lalu dipindahkan lagi di Makassar hingga akhir ayatnya.
c.  Perang Jagaraga
1.      1844 : terdapamparnya kapal Belanda dipantai Buleleng, dan sesuai dengan adatnya  maka kapal tersbut disita oleh raja Buleleng. Akan tetapi menolak bahkan menuntut untuk dikembalikan.  
2.      1846    : Belanda mendaratkan 1700 pasukan Buleleng sehingga terjadilah pertempuran Buleleng yang dipimpin oleh Gusti Ktut Jelantik dengan bantuan dari kerajaan kecil seperti Karangasem, Klungkung, Mengwi, dan Badung yang bergabung melawan belanda.
3.      1848    :Belanda mengirim pasukan sebanyak 2.300
4.      1849    : Belanda mengirim pasukan serdadu sebanyak 5000 untuk dikirim lagi ke Bali. Di tahun tersebut terjadi perang Jagaraga atau Puputan Jagaraga untuk melindungi benteng pertahanan.
d. Perang Banjar (1859-1863),m
1.      1859    : perang itu timbul karena beberapa sebab antara lain sebagai berikut.
a.      Daerah kekuasaan Belanda di Kalimantan Selatan semakin diperluas dan daerah kerajaan makin dipersempit oleh Belanda.
b.      Rakyat hidup menderita karena beban pajak dan kewajiban kerja paksa.
c.       Pemerintah Belanda melakukan intervensi dalam urusan Kerajaan Banjar.
2.      1857    : terjadi konflik internal dalam pergantian raja pangeran Tamjidilah sebagai sultan yang tidak dikehendaki rakyat.
3.      1859    : penangkapan pangeran Prabu Anom dan pengambialihan kesultanan Banjar oleh Belanda.
4.      April 1859       : pasukan banjar menyerang pos-pos Belanda di Martapura yang dipimpin oleh Pangeran Antasari dan pangeran hidayat. Lalu dikuasainya pos pertahanan Tabinio, selain itu pangeran hidayat dibawah pimpinan surapati berhasil membakar dan menenggelamkan Onrust Milik Belanda.
5.      1860    : Belanda menuntut Pangeran Hidayat menyerah akan tetapi ditolak. Dan untuk melampiaskan kemarahannya pada tanggal 11 Juni 1860 belanda secara resmi menghapus kesultanan Banjar.
6.      14 Maret 1862                        : diangkatnya pangeran Antasari sebagai pemimpin melawan tertinggi agama dengan gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin. Dan ia di bantu oleh pangeran Maradipa, Tumenggung Surapati, dan gusti Umah yang memusatkan perlawanan di Hulu Teweh.
7.      11 Oktober 1862        : perlawan Pangeran Antasari berakhir dan digantikan oleh Pangeran Muhammad Seman.


Komentar

Postingan Populer