KRONIK PERLAWANAN RAKYAT INDONESIA TERHADAP KOLONIALISME DAN IMPERIALISME PART 1


    1. Perlawanan Berbagai Daerah terhadap Kekuasaan Portugis dan Kekuasaan VOC
a. Ternate
1.      1522    : Portugis mendirikan benteng Saint John di Ternate. Dengan kedudukan ini portugis berhasil memonopoli kegiatan perdagangan rempah-rempah di Maluku.
2.      1570    :Sultan Hairun ditipu oleh portugis dan dihukum mati. Akibat kematiannya rakyat Ternate melanjutkan perjuangan dan berhasil menyingkirkan Portugis ke daerah Timor Timur (Timur Loro Sae)
3.      1575    : Portugis menuai balasan dengan keberhasilan Sultan Babullah dalam mengusir Portugis dari Bumi Maluku.
b. Demak
1.      1512-1513   : Pati Unus menyerang Portugis di Malaka, atas inisiatif Raden Patah. Namun serangan ini gagal.
2.      1527            : Tentara Demak kembali melancarkan serangan terhadap Portugis yag mulai menanmkan pengaruhnya di di Sunda Kelapa dan dibawah pimpinan Fatahillah, tentara Demak berhasil mengusir portugis dari Sunda Kelapa.
c.  Aceh
1.   1607 : pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda terjadinya Pertugis di Malaka.
2.     1629   : Aceh mencobah menaklukan Portugis kemabali. Namun gagal tapi perjuangan masih dilanjtkan oleh cicit-cicinya
    1. VOC
a. Perlawanan Kesultanan Mataram
1.     8 November 1618       : Gubernur Jenderal VOC J.P Pieterson Coen memerintahkan Van Der Marct menyerang Jepara.
2.     22 Agustus 1628         : pasukan Mataram tahap pertama yang dipimpin oleh Tumenggung Baurekso tiba di Batavia, dan pasukan ini kemudian disusul oleh pasukan Tumenggung Sura Agul-agul, yang dibantu dua bersaudara yakni Kiai Dipati Mandurejo dan kiai Upa Santa.
3.     1 agustus 1629        : Kiai  Adipati Juminah, Kiai A. Puger, K.A. Purbaya melakukan serangan kedua namun itupu gagal. Selain Sultan Agung, perlawanan terhadap kekuasaan VOC jugayaitu pangran Mangkubumi dan Mas Said.
b. Perlawanan Kesultanan Gowa
1.   7 Juli 1667      : tentara VOC yang dipimpin oleh Spelman yang diperkuat oleh pasukan Arung Palakka.
2.      Isi perjanjian Bongaya
a.      Gowa harus mengakui hak monopoli
b.  Semua orang barat, kecuali Belanda harus meninggalkan wilayah kekuasaan Gowa
c.       Gowa harus membayar biaya perang
d.      Di Makassar di bangun benteng-benteng VOC
    1. Perlawanan Rakyat Indonesia terhadap Kekuasaan Hindia Belanda
a. Perlawanan di Maluku
1.  1817    : perubahan pemerintahan penguasa pemerintahan di Indonesia. Belanda kembali menguasai Indonesia menggantikan inggris.
2.    Mei 181: Rakyat Maluku di Saparua melancarkan serangan terhadap Belanda yang dipimpin oleh Thomas Matulessy atau Pattimura.
3.      15 mei 1817    : para pemuda Saparua, memulai perlawanan terhadap Belanda. Mereka membakar perahu-perahu di pos pelabuhan. Setelah itu , mereka mengepung Benteng Dursteede.
4.   16 mei 1817    : Benteng berhasil diduduki oleh pasukan Patimura. Selain itu, Benteng Deverdik dapat dikuasai dan residen Van Der Berg berhasil ditembak mati. Perlawanan belanda lainnya juga terjadi di daerah Maluku lainnya seperti, Haruku, Pulau Seram, Larike, Asilulu, dan Wakasihu.
5.  Juli 1817         : pihak Belanda mendatangkan bantuan dengan kekuatan yang lebih besar dari Batavia sehingga Patimura Terdesak oleh Belanda.
6.   Agustus 1817  : Patimura terpaksa menyingkir ke hutan dan melakukan perang gerilya.
7.   18 November 1817     :Benteng Deverdijk kembali dikuasai oleh Belanda. selain itu Belanda juga berhasil menangkap dan menghukum mati Kapitan Paulus Tiahahu. Setelah itu, Christina Martha Tiahahu yang berusia 17 tahun pergi ke hutan untuk ikut melakukan perlawanan terhadap Belanda. Selain itu sekitar bulan November 1817 Patimura makin terdesak dan akhirnya dapat ditangkap.
8.    16 Desember 1817 Patimura dihukum gantung di alun-alun kota Ambon.
b. Perang Aceh (1873-1904)
1.   17 Maret 1824            : Inggris dan Belanda menandatangani perjanjian mengenai pembagian wilayah jajahan di Indonesia dan Semenanjung Malaya. Dalam perjanjian tersebut, Belanda tidak di izinkan mengganggu kemerdekaan Negara Aceh. Namun, Belanda selalu mencari alasan untuk menyerang Aceh dan menguasainya.
2.      1873    : belanda mengutus utusan ke Kutaraja untuk menyampaikan tuntutan agar Aceh tunduk kepada Belanda. Akan tetapi, Sultan Mahmud Syah menolak. Akibatnya, Belanda melancarkan serangan dibawah pimpinan Myor Jenderal Kohler. Pasukan kohler berhasil menembus pertahanan pasukan Aceh dan masuk kekota. Sementara pasukan Aceh bertahan di Mesjid Raya. Dalam pertempuran tersebut tewas tertembak di halaman Mesjid Raya.
3.      Desember 1873           : Belanda melancarkan serangan kembali di bawah pimpinan Mayor Jenderal Van Swieten. Serangan Belanda kali ini berhasil mengalahkan para pejuang Aceh, merebut masjid Raya Aceh, dan menduduki istana. Belanda sebenarnya hanya berkuasa di Kutaraja, Rakyat terus melancarkan perang dipimpin oleh para Teuku (Panglima atau Bangsawan) dan Teungku (Ulama). Salah seorang ulama yang terkenal adalah Teuku Cik Di Tiro yang giat memimpin pertempuran. Dibeberapa tempat di Aceh, Perang melawan penjajah Belanda terus berlangsung. Teuku Umar bersama istrinya, Cut Nyak Dhien, memimpin perlawanan didaerah pantai barat Aceh.
4.    1882    : Teuku Umar, Cut Nyak Dhien, dan pasukannya telah merebut Meulaboh. Untuk menghadapi serangan para pejuang Aceh, Belanda memakai cara konsentrasi Stelstsel atau garis pemusatan. Namun, para pejuang Aceh seringkali menyerang benteng-benteng tersebut sehingga Belanda kewalahan.
5.  1893    : secara tidak diduga-duga Teuku Umar dan pasukannya menyerah Belanda. Bagi perjuangan Aceh hal itu jelas sangat merugikan, tetapi bagi Belanda merupakan keuntungan. Bahkan Teuku Umar diangkat sebagai panglima dengan gelar Teuku Johan Pahlawan.
6.      1896    : Pasukan Teuku Umar kembali membela rakyat Aceh setelah diangkat menjadi panglima dan dipersenjatai lengkap oleh Belanda.
7.    1899    : Belanda bergerak dan melancarkan serbuan pos-pos pertahanan dan perlawanan rakyat Aceh setelah Van Heutsz membentuk pasukan antigeriliyah yang dinamakan Marsose. Serbuan-serbuan Belanda kali ini cukup berhasil. Pada tahun itu terjadi pertumpahan darah di Meulaboh  yang menyebabkan Teuku Umar gugur dimedan perang.
8.      1901    : Van Heutsz memimpinnya untuk membunuh Muh Daud Syah dan Panglima Polim.
9.    1903    : Pasukan kedua panglima tersebut terdesak dan akhirnya 20 Januari 1903 Sultan Muhammad Daud Syah dan panglima Polim menyerah.
10.  1904    : dengan tertangkapnya beberapa pemimpin Aceh maka pada tahun tersebut menguasai Aceh , meskipun demikian masih pula berlangsung.
11. 1905    : Cut Nyak Dien bersama pasukan milik Teuku Johan Pahlawan melanjutkan peperangan hingga dia diasingkan di sumedang, Jawa Barat.
12.  6 November 1908       : Cut Nyak Dhien Tutup usia dan sehingga digelasi menganggkatnya sebagai Pahlawan Aceh.
c.  Perang Si Singamangaraja XII
1.         1861    : Penyebaran agama Kristen oleh para Zending di  Tapanuli.
2.   1870    : Pattuan Bosar Ompu Batu diangkat menjadi raja di Kerajaan Bakkara (Si Singamangaraja X1878    : Belanda menduduki daerah Silindung dengan alasan melindungi para Zending (Penyebar agama Kristen) di tanah Tapanuli.
4.    1904    : Pasukan Belanda pimpinan Van Daalen dari Aceh tengah melanjutkan gerakannya ke Tapanuli Utara dan berhasil mendesak pertahanan Sisingamangaraja XII.
5.      1907    : Pasukan Marsose dipimpin oleh Kapten Hans Christoffel berhasil menangkap Boru Sagala, istri Sisingamangaraja dan 2 orang anaknya.
6.  17 Juni 1907   : Sisingamangaraja XII dan para pengikutnya menyelematkan diri kehutan Simsim, dalam pertempuran ditanggal tersebut Sisingamangaraja gugur beserta seorang putri dan dua orang anaknya.  

Komentar

Postingan Populer