1. Perjuangan Pembebasan Irian Barat
a. 1952
Pada
bulan tersebut pemerintahan Hindia Belanda secara sepihak memasukan Irian Barat
menjadi kedalam wilayah Kerajaan Belanda. Karena usaha diplomasi secara
bilateral antara Indonesia dan Belanda mengenai masalah Irian Barat tidak
berhasil maka masalah Irian Barat tidak berhasil maka usaha pembebasan Irian
Barat dibawah ke Forum Internasioal.
Selanjutnya,
cabinet Ali Sastroamijoyo I membawa masalah irian Barat kedalam Konfrensi Asia
Afrika dan Indonesia mendapati dukungan dari Negara peserta KAA untuk
menyelesaikan masalah tersebut mendorong Indonesia untuk membatalkan
perajanjian, KMB dan melakukan pembubaran Uni Indonesia-Belanda.
b. 21
April 1956
Rencana
perjanjian pembatalan perjanjian KMB tersebut disahkan oleh DPR, usaha
diplomasi tersebut bertujuan untuk merebut Irian Barat di Forum PBB selalu
dilaksanakan Indonesia pada tahun 1956
dan 1957, namun usulan Indonesia unntuk mengajukan resolusi mengenai
penyelesaian masalah Irian Barat selalu ditolak PBB. Oleh karena itu, sekjen
PBB U Thant menganjurkan kepada duta
besar Amerika untuk PBB Elsworth Bunker untuk mengadakan penyelesaian
masalah Irian Barat antara Indonesia dan Belanda.
“usulan tersebut yaitu menyerahkan Irian
Barat kepada Indonesia diwawkili oleh PBB dalam jangka 2 Tahun, dan pihak
Indonesia menyetujui hal itu dan meminta agar waktu penyerahan tersebut
diperpendek. Sebaliknya, Belanda hanya setuju menyerahkan kedaulatan Irian
Barat dengan membentuk perwakilan di bawah PBB untuk membentuk Negara
Papua.’
c. 17
Agustus 1960
Puncak
konflk Indonesia Belanda mengenai masalah Irian Barat di tandai dengan
pemutusan hubungan diplomatic antara Indonesia dan Belanda. Selanjutnya,
Masalah Irian Barat mulai memasuki babak baru, karena penyelesaian masalah
Irian Barat selama 11 Thun mulai menemui jalan buntu, pemerintah RI memutuskan untuk
melakukan upaya merebut kembali Irian Barat kepangkuan RI melalui perjuangan
bersenjata. Oleh karena itu, pemerintah RI mempersiapkan kekuatan militer untuk
merebut Irian Barat. Untuk melaksanakan tujuan tersebut maka pemerintah RI
segera melakukan pemeblian senjata ke Luar Negeri, seperti UNI Soviet.
Selain itu dilakukan langkah-langkah
diplomasi kepada Negara-negara sahabat, seperti India, Thailand, Filiphina,
Australia, Selandia Baru, Jerman, Prancis, dan Inggris agar tidak membantu
Belanda.
Untuk menghadapi Indonesia Belanda,
Belanda melakukan protes di PBB dan melakukan langkah-langkah militer seperti
mengirim misi militernya ke Irian Barat.
d. 17
Desember 1961
Untuk
meningkatkan perjuangan maka pada tanggal 17 Desember 1961 presiden Sukarno
mencanangkan TRIKORA di Yogyakarta yang isinya antara lain.
1.Gagalkan pembentukan Negara Boneka Papua oleh
Belanda
2.Kibarkan sang Merah Putih diseluruh Irian Barat
3.Bersiap untuk memobilisasi umum.
e. 18
Agustus 1962
Sebelum
konflik Irian Barat berkembang menjadi konflik terbuka pada tanggal 18 Agustus 1962 telah dikeluarkan
perintah penghentian tembak menembak oleh presiden sebgai Panglima Komando
pemmbebasan Irian Barat di PBB pada tanggal 15 Agustus 1962
f.
1 Oktober 1962
Dalam perjanjian
antara Indonesia dan belanda yang ditanda tangani di markas PBB di New York
tersebut akhirnya Belanda menyerahkan Irian Barat pada tanggal 1 Oktober 1962
kepada pemerintahan sementara PBB yang akan menyerahkan wilayah Irian Barat
pada Pihak Indonesia pada tanggal 1 Mei
1963.
Komentar
Posting Komentar