PERSEPSI YANG SALAH ATAS PENCIPTAAN MANUSIA DI MUKA BUMI PADA SURAH AL-BAQARAH AYAT 30
Assalamualaikum
warahmatullahi wb.
Alhamdulillahirabbil
alamin, Assholatu wa salam anbiyah ihwal mursalim
Syaidina
Muhammad wa ala alihi wa syahbihi ajmain ammabaad.
Marilah kita
panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, yang menjadikan kita seorang
khalifah dimuka bumi ini, dimana dia telah memilih kita sebagai manusia yang
diberikan kepercayaan untuk mampu memimpin mahkluknya yang lain.
Selawat dan
salam tak henti-hentinya kita haturkan kepada nabi junjungan kita, nabi besar
Muhammad SAW. Nabi yang mengajarkan kita menuju jalan yang benar yaitu islam
sebagai jalan hidup untuk mencapai kebenaran yang hakiki.
Allah SWT
berfirman (Surah Al-Baqarah Ayat 30) :
Dan ingatlah
ketika tuhan mu berfirman kepada para malaikat , “Aku hendak menjadikan
khalifah di Bumi. Mereka berkata (Malaikat) Apakah engkau hendak menjadikan
orang yang merusak dan menumpahkan darah disana, sedangkan kami bertasbih
memujimu dan menyucikan Nama-Mu? Dia berfirman, Sungguh, Aku mengetahui apa
yang kamu tidak ketahui”
Surah
Al-Baqarah ayat 30 merupakan dialog antara Allah SWT dengan Malaikat, yang
dimana esensi dialognya adalah tentang penciptaan manusia dipermukaan bumi yang
dipertanyakan oleh Malaikat. Dalam surah
tersebut, malaikat memberi pertimbangan agar kiranya Allah memikirkan kembali
prihal penciptaan manusia dipermukaan bumi, karena menurut para malaikat Allah
sebelum ini telah menciptakan mahkluk yang sejenisnya yang nyatanya hanya merusak
kestabilan alam semesta. Dan tahukah anda bahwa ayat tersebut mengandung
persepsi yang salah bagi sebagian orang? Ternyata hampir sebahagian diantara
kita tidak mengetahui hal itu, bahwa ternyata ada sebahagian diantara saudara
seiman kita yang terjerembab persepsi yang salah tersebut.
Persepsi
yang muncul dari penafsiran ayat tersebut yaitu bahwa sebelum penciptaan
manusia, telah ada manusia sebelum Adam di ciptakan. Mahkluk itulah yang
diyakini oleh kaum evolusionis muslim sebagai manusia kera. Hal itu merujuk
pada pertimbangan malaikat atas kekhawatirannya terhadap penciptaan manusia
dipermukaan bumi.
“Apakah
engkau akan menjadikan didalamnya (orang) yang berbuat kerusakan didalamnya dan
menumpahkan darah sesamanya?”
Dalam
pernyataan tersebut, menurut para evolusionis muslim bahwa sepenggal ayat ini
membenarkan bahwa sebelum Adam di ciptakan telah ada makhluk yang menyerupai
manusia, itu artinya bahwa malaikat sudah melihat betul bahwa manusia sebelum
Adam diciptakan terlebih dahulu tujuan penciptaannya untuk kemudian memimpin
mahkluk tersebut. Hal inipun merujuk pada penggalan ayat sebelumnya
yaitu “Bahwasannya Aku hendak menjadikan di muka
bumi ini seorang khalifah”.
Dua kata
yaitu menjadikan dan seorang khalifah yang artinya menjadikan seorang khalifah dimuka bumi sebagai pemimpin kaum sebelumnya. kata khalifah menurut kaum evolusionis adalah menciptakan seorang pemimpin kaum sebelum Adam. namun sebenarnya tidak merujuk pada penciptaan melainkan mengankat seorang khalifah.
Persepsi yang benar adalah bahwa Adamlah manusia pertama, dan persepsi yang kedua inilah yang sebahagian kaum ulama yakini sekaligus membantah persepsi yang pertama.
Apakah engkau akan menjadikan didalamnya (orang) yang berbuat kerusakan didalamnya dan menumpahkan darah-darah.
Adapun sebab para malaikat bertanya sebenarnya adalah untuk memperoleh informasi karena pada dasarnya malaikat tidak mengetahui perkara tersebut, melainkan ini hanya sebuat anggapan yang sebenarnya salah. yang mereka maksud bukan manusia melainkan Jin. hal inipun dikuatkan oleh Ibnu Abbas RA bahwasannya malaikat pernah ditugaskan untuk membasmi Jin penghuni bumi sebelum Adam AS, maka timbulah pertanyaan tersebut karena mereka hendak memperoleh informasi dari Allah SWT (Tafsir AT. Tabari Jilid I, 2001 : 470-500).
Pada persepsi yang pertama tentang dua suku kata Jala dan Khalifah yaitu yang pertama Ja'la bisa diartikan mengangkat, bisa diartikan menerjemahkan, bisa diartikan membuat, dan juga bisa diartikan menciptakan. beberapa contoh ayat-ayat al-qur'an kata tersebut digunakan dalam surah (Az-Zumar : Ayat 6), (Al-Mulk : Ayat 23), dan (Nuh : 16, 19). sedangkan Khalifah pada persepsi pertama tentang kata Khalifah yang merujuk pada pengertian mengangkat pemimpin yang dimana hal itu merujuk pada pengertian suksesi kepemimpinan kaum terdahulu. hal itupun dikuatkan oleh At-Tabari dalam tafsir At-Tabari Jilid 1,2001 : 373-378 yang dimana menurutnya dinobatkan Adam AS sebagai khalifah dibumi adalah mengangkat setelahnya Khalifah-khalifah lain silih berganti.
Menurut Hasan Al-Basri mengatakan bahwa yang termasuk khalifah adalah suksesi kepemimpinan yang silih berganti sejak Adam AS hingga keturunannya sampai kiamat. sedangkan menurut Ibnu Abbas. Adam AS diangkat menjadi khalifah dimuka bumi menggantikan bangsa Jin. inilah jawaban dari keraguan kaum Evolusionis muslim dalam memahami Surah Al-Baqarah Ayat 30 mudah-mudahan dengan artikel ini kita bisa sama-sama memahami bahwa manusia bukanlah bangsa Apes atau manusia kera menurut Charles Darwin manusia adalah anak cucu Adam AS. Akhirul Kalam Wabillahi Taufik Walhidayah Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu.
Menurut Hasan Al-Basri mengatakan bahwa yang termasuk khalifah adalah suksesi kepemimpinan yang silih berganti sejak Adam AS hingga keturunannya sampai kiamat. sedangkan menurut Ibnu Abbas. Adam AS diangkat menjadi khalifah dimuka bumi menggantikan bangsa Jin. inilah jawaban dari keraguan kaum Evolusionis muslim dalam memahami Surah Al-Baqarah Ayat 30 mudah-mudahan dengan artikel ini kita bisa sama-sama memahami bahwa manusia bukanlah bangsa Apes atau manusia kera menurut Charles Darwin manusia adalah anak cucu Adam AS. Akhirul Kalam Wabillahi Taufik Walhidayah Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu.
nama blognya belah,,, konotasinya negatif bgt.
BalasHapus