REALITAS KESENIAN
BY: Dodi tri Ramadan
Sebuah pemikiran yang memiliki makna yang dinamis yang tak terbatas oleh datangnya sang waktu. Bebas melakukan sesuatu tanpa ada ada gambar yang nyata serta mewakili pemikiran yang abstrak. Itulah pemikiran filosofi berkesenian. Kesenian memikirkan kekalutan yang terjadi dari masa ke masa ia menggambarkan sejarah melalui berbagai media. Tanah, tumbuh-tumbuhan, gerak, lisan, tulisan hingga media kertas.
Arti sebuah kesenian bagi seniman adalah tempat memberikan jalur nasehat bagi apa yang mereka rasakan dari para beberapa fenomena-fenomena yang mereka rasakan. Hidup seorang seniman tergantung dari hasta karya berkesenian yang mereka ciptakan. Semakin produktifnya mereka menghasilkan media seni yang mereka buat makin hiduplah nama mereka didalam penulisan sejarah.
Berkesenian hingga saat ini sangatlah memberikan identitas munculnya sebuah kebudayaan baik berupa kebudayaan local maupun asimilasi budaya luar. Memiliki kebusdayaan sangat dapat menceritakan apa yang menjadi inspirasi sebuah Negara untuk membangkitakan ciri pribadi mereka sendiri. Kesenian menghidupi segala aspek. Ia merupakan cermin dari masalah yang dihadapi suatu bangsa. Orang yang mengerti arti sebuah sejarah mereka selalu melontarkannya melalui sebuah pertunjukan kesenian. Baik itu sebuah seni tari, seni sastra, musik tradisi hingga seni rupa.
Memiliki jiwa seni sama halnya memiliki album kenangan, karena dalam sebuah kesatuan jiwa kesenian selalu akan memberikan sumbangsi sebuah pemikiran untuk dapat dikembangkan. Soalnya dalam berkesenian pemikiran yang abstrak akan dapat terwujud sehingga akan menghasilkan sebuah pemikiran yang baru untuk dapat menjawab sebuah kekalutan yang ada pada sebuah pemikir seni. Beberapa seniman yang mampu mengahadirkan namanya dalam sebuah buku sejarah disebutkan diantarannya Arifin C Nur, Hamka Buyah, Putu Wijaya, Ebit Gede, N. H. Dini, serta beberapa seniman seperti Chairil Anwar dan Chalil Gibran.
Selain dari mereka ada pula seniman yang memakai identitas local mereka untuk mampu memperkenalkan budaya mereka sebut saja segerombolan Srimulat, Ludruk serta lenong Bocah. Sedangkan itu hanya sebagian kecil dari beberapa seniman yang memakai aspek kesenian didalam menggambarkan kekalutan mereka. Dari beberapa contoh mereka adapula tokoh-tokoh jalanan yang memainkan lagunya untuk menggambarkan kekecewaan mereka terhadap kejamnya sebuah birokrat pemerintahan. Beberapa dari mereka adalah yang pernah merasakan dingin dan panasnya siang dan malam dan bagaimana mereka berjuang dari ketidakadilan yang mereka terimah.
Daun diatas Bantal menggambarkan bagaimana anak jalanan mempertahankan dirinya dari kejamnya pemburu organ-organ, Jakarta undercover pun membuka mata kita akan kejamnya kota pada malam hari. Serta beberapa judul film yang menggambarkan identitasnya sebagai seniman. Belum lagi sebuah syair yang mampu menggerakan massa dalam bertindak.
Semua itu menggambarkan sebuah arti dari sebuah kesenian arti sebuah kehidupan, arti sebuah harapan, arti sebuah kebahagiaan serta arti sebuah kekecewaan. Media keseniaan sangatlah banyak bentuknya dan media berkeseniaan sangatlah tersedia bagi seorang seniman tergantung bagaimana mereka menggenukan media itu agar menarik sebuah perhatian. Seniman mampu menghadirkan itu semua karena berkesenian tidak terikat pada aturan-aturan.
Aturan-aturan itulah yang mengikat banyak nya sebuah sastra yang melakukan berdurasi dengan apa yang memberikan makna dalam hal kepuasaan jiwa, jiwa mereka.
“galang rambu anarki anakku lahir awal januari menjelang pemilu, galang rambu anarki dengarlah terompet tahun baru menyambutmu, galang rambu anarki ingatlah tangisan pertamamu ditandai BBM melambung tinggi, maafkan kedua orang tuamu kalau tak sanggup beli susu orang pintar cari subsidi mungkin bayi kami kurang gizi, galang rambu anarki anakku, cepatlah besar matahriku menangis yang keras janganlah ragu, tinjulah congkaknya dunia buah hatiku doa kami di nadimu, galang rambu anarki ingatlah tangisan pertamamu ditandai BBM melambung tinggi”
D.T.Ramadan
Bandara Hasanuddin, 1-03-2008
Sebuah pemikiran yang memiliki makna yang dinamis yang tak terbatas oleh datangnya sang waktu. Bebas melakukan sesuatu tanpa ada ada gambar yang nyata serta mewakili pemikiran yang abstrak. Itulah pemikiran filosofi berkesenian. Kesenian memikirkan kekalutan yang terjadi dari masa ke masa ia menggambarkan sejarah melalui berbagai media. Tanah, tumbuh-tumbuhan, gerak, lisan, tulisan hingga media kertas.
Arti sebuah kesenian bagi seniman adalah tempat memberikan jalur nasehat bagi apa yang mereka rasakan dari para beberapa fenomena-fenomena yang mereka rasakan. Hidup seorang seniman tergantung dari hasta karya berkesenian yang mereka ciptakan. Semakin produktifnya mereka menghasilkan media seni yang mereka buat makin hiduplah nama mereka didalam penulisan sejarah.
Berkesenian hingga saat ini sangatlah memberikan identitas munculnya sebuah kebudayaan baik berupa kebudayaan local maupun asimilasi budaya luar. Memiliki kebusdayaan sangat dapat menceritakan apa yang menjadi inspirasi sebuah Negara untuk membangkitakan ciri pribadi mereka sendiri. Kesenian menghidupi segala aspek. Ia merupakan cermin dari masalah yang dihadapi suatu bangsa. Orang yang mengerti arti sebuah sejarah mereka selalu melontarkannya melalui sebuah pertunjukan kesenian. Baik itu sebuah seni tari, seni sastra, musik tradisi hingga seni rupa.
Memiliki jiwa seni sama halnya memiliki album kenangan, karena dalam sebuah kesatuan jiwa kesenian selalu akan memberikan sumbangsi sebuah pemikiran untuk dapat dikembangkan. Soalnya dalam berkesenian pemikiran yang abstrak akan dapat terwujud sehingga akan menghasilkan sebuah pemikiran yang baru untuk dapat menjawab sebuah kekalutan yang ada pada sebuah pemikir seni. Beberapa seniman yang mampu mengahadirkan namanya dalam sebuah buku sejarah disebutkan diantarannya Arifin C Nur, Hamka Buyah, Putu Wijaya, Ebit Gede, N. H. Dini, serta beberapa seniman seperti Chairil Anwar dan Chalil Gibran.
Selain dari mereka ada pula seniman yang memakai identitas local mereka untuk mampu memperkenalkan budaya mereka sebut saja segerombolan Srimulat, Ludruk serta lenong Bocah. Sedangkan itu hanya sebagian kecil dari beberapa seniman yang memakai aspek kesenian didalam menggambarkan kekalutan mereka. Dari beberapa contoh mereka adapula tokoh-tokoh jalanan yang memainkan lagunya untuk menggambarkan kekecewaan mereka terhadap kejamnya sebuah birokrat pemerintahan. Beberapa dari mereka adalah yang pernah merasakan dingin dan panasnya siang dan malam dan bagaimana mereka berjuang dari ketidakadilan yang mereka terimah.
Daun diatas Bantal menggambarkan bagaimana anak jalanan mempertahankan dirinya dari kejamnya pemburu organ-organ, Jakarta undercover pun membuka mata kita akan kejamnya kota pada malam hari. Serta beberapa judul film yang menggambarkan identitasnya sebagai seniman. Belum lagi sebuah syair yang mampu menggerakan massa dalam bertindak.
Semua itu menggambarkan sebuah arti dari sebuah kesenian arti sebuah kehidupan, arti sebuah harapan, arti sebuah kebahagiaan serta arti sebuah kekecewaan. Media keseniaan sangatlah banyak bentuknya dan media berkeseniaan sangatlah tersedia bagi seorang seniman tergantung bagaimana mereka menggenukan media itu agar menarik sebuah perhatian. Seniman mampu menghadirkan itu semua karena berkesenian tidak terikat pada aturan-aturan.
Aturan-aturan itulah yang mengikat banyak nya sebuah sastra yang melakukan berdurasi dengan apa yang memberikan makna dalam hal kepuasaan jiwa, jiwa mereka.
“galang rambu anarki anakku lahir awal januari menjelang pemilu, galang rambu anarki dengarlah terompet tahun baru menyambutmu, galang rambu anarki ingatlah tangisan pertamamu ditandai BBM melambung tinggi, maafkan kedua orang tuamu kalau tak sanggup beli susu orang pintar cari subsidi mungkin bayi kami kurang gizi, galang rambu anarki anakku, cepatlah besar matahriku menangis yang keras janganlah ragu, tinjulah congkaknya dunia buah hatiku doa kami di nadimu, galang rambu anarki ingatlah tangisan pertamamu ditandai BBM melambung tinggi”
D.T.Ramadan
Bandara Hasanuddin, 1-03-2008
Komentar
Posting Komentar