INDONESIA KU SAYANG

Engkau sekarang telah berumur seratus abad atau tak terjangkau
Sekarang engkau adalah jangka sebuah peradaban yang berebeda beda
Dan itu melalui jalan yang memabanggakan sejarah perjalananmu
Banyak langkah-langkamu yang selalu menimbulkan permasalahan
Dan masalah mu itu memang selalu terulang-ulang
Sanggar budaya mu yang begitu agung dan selalu mengundang kekaguman bangsa yang memang adalah lawan bermainmu
Mulai dari beberapa peristiwa selalu mengganggu mentalmu
Mental yang tak pernah menggoyakanmu untuk memekik
Dari sekian banyak sejarah budaya mu kini yang tertinggal cuma beberapa saja

Mulai dari gaunmu yang indah yang memancarkan kehijauan yang sejuk
Maukan engkau memberikan ku inspirasi untuk melukis jubahmu
Atau hanya ingin mengenalmu lebih jauh agar mampu ku melihat geliatmu yang exotis

Hanya sekarang engkau kini berubah menjadi kumuh
Ketika sekarang aku bertanya kepada mu apa yang membuat mu menjadi logam berkarat
Yang sedikit demi sedikit mengalami perpaduan yang tidak menentu
Kadang indah namun ternyata berkerut
Kerang dan bunga karang yang menempel di badan mu kini terhapus oleh goresan
tinta hitam

Corak keindahan wajahmu yang indah kini terbakar dan menjadi pori-pori
Warna biru, hijau, kuning dan perpaduan warna lain
kini pun mulai tandus dengan warna merah darah
Lokal yang ada pada mu kini berkolaborasi dengan budaya asing
Mungkin tulisan ini tak mempunyai arti namun pengahargaanmu terahadapaku
Akan selalu aku ingat

Ini saatnya engkau bermunajab bermimpi berharap keindahan gaunmu tumbuh kembali seperti semula saat engkau lahir
Kini saatnya engkau berisalah bahwa dulu engkau adalah sebuah kebanggaan yang sempurna
Engkau kini hanyalah sebuah lukisan-lukisan kusam
Yang terpajang dalam musium kesejarahan

D.T.Ramadan.
Bandara Hasanuddin, 30-03-2008

Komentar