EVOLUSI SIRI NA PESSE MENJADI SIRI NA PACCE
Semboyan diatas sebenarnya memiliki makna yang sama karena memang semboyan ini dipakai oleh dua suku yang berbeda yaitu bugis dan makassar, tapi sebenarnya jika kita mau mengamati kalimat ini ternyata dalam bahasa bugis pengartiannya berbeda bahkan sangat bertentangan satu sama lainnya.
Dalam kamus bahasa indonesia kata siri ini merupakan salah satu kata sifat yang artinya malu dan kata pesse ini merupakan simpatik serta menjaga kehormatan. Sedangkan kata penyambungnya ini saya menggunakan kata na yang berarti dan, dan jikalau saya artikan keseluruhan kalimat siri na pesse ini adalah sebuah tindakan reaksi yang didasarkan atas solidaritas terhadap sesama. Sedangkan untuk kalimat siri na pacce ini saya artikan suatu reaksi atau tindakan yang tidak didasarkan sesuatu yang jelas karena saya mengambil kata pacce ini dalam arti bugis bisa berarti miskin, payah atau segala kata yang ditujukan untuk sesuatu yang tidak bagus.
Katakanlah pakaian dengan badan dimana pakaian ini yang melindungi bagian penting dalam tubuh manusia, walau demikian pakaian ini hanya menutupi badan bagian atas tetapi tetap saja hal ini yang berperan, dan ini sangat penting untuk menutupi bagian yang tak pantas untuk dipandangi. Dan halnya pakaian ini sangat berperan penting didalam menutup malu yang ada dalam hati yang terdapat dalam tubuh kita sebagai manusia sosial dan hal ini juga pakaian yang dikenakan oleh tubuh kita butuh untuk menjaga identitas kita sebagai bangsa ketimuran. Dimana identitas yang kita pegang selama ini sangat memegang pentingnya rasa malu.
Bercerita masa lalu para nenek moyang kita sangat menghormati harga dirinya sebagai lelaki bugis, mereka rela mengikat rasa takutnya hanya untuk mempertahankan identitasnya dan itu hanya untuk mempertahankan semboyan yang mereka pegang sekian lama. Seperti halnya pakaian tadi para lelaki bugis ini sangat malu apabila sibawanna engka masalanna, mereka takut tidak ikut terlibat karena semboyan itu sudah lekat dengan badan seperti halnya pakaian tadi, dan apabila pakaian yang lekat dibadanya tadi tanggal maka timbullah cemohan-cemohan yang sangat dihindari oleh mereka, dalam artian malu itu muncul dengan sendirinya sehingga apa yang dilaluinya itu sangat mengganggu pikirannya, disamping pikirannya sendiri maka lingkungan juga akan mempengaruhi kehidupan mereka. Karena simbolnya tadi yang mereka pegang sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat bugis.
Dan untuk memperjelas arti kata ini cobalah berkaca pada peristiwa pemberontakan Kahar Musakkar bagaimana beliau ini berani menentang kebijakan pemerintah Republik Indonesia hanya untuk mengangkat teman seperjuangannya untuk menerima kehidupan yang sesuai dengan apa yang mereka perjuangkan selama masa peperangan melawan penjajahan. Dan untuk lebih mengenalkan tokoh yang gencar memperjuangkan semboyan ini, bahwa Kahar Musakkar adalah orang asli Luwu Utara dan merupakan salah satu wilayah yang masuk daerah bugis, beliau ini adalah pemimpin tentara gerilya yang ada pada daerah Sulawesi Selatan dan jabatannya ini tidak didapakannya secara Cuma-Cuma beliau dapatkan ini karena dipercaya mampu membawa kemerdekaan dengan cara politik yang lihai. Karena selain itu beliau berperwatakan keras dalam memperjuangkan apa yang pantas didapatkan serta sangat setia terhadap kawan yang mempercayainya.
Dan untuk hari mendatang kita lihat sekarang bagaimana perubahan yang terjadi pada semboyan ini. Bisa kita perhatikan perwatakan yang ada sekarang hal itu sudah tanggal dengan sendirinya. Coba perhatikan masalah yang ada sekarang kita yang selalu berbuat sesuatu yang berdasarkan siri na pesse tadi. Orang luar menganggap perwatakan orang bugis sangat suka mencari masalah terlebih lagi Itu disebabkan adanya anggapan orang luar kalau kultur budaya bugis cenderung sangat keras, memang diakui kultur budaya orang bugis memang sangat keras karena mereka sangat menghargai dan melindungi temannya (Sibawwanna) dan itu berdasar Siri na Pesse yang artinya malu dan akan menjaga kehormatan keluarganya serta kerabatnya. Dan itu yang pernah dipertahankan oleh nenek moyang kita dahulu. Bagai semboyan yang pernah diagung-agungkan para nenek moyang kita, kini hal itu tidak diwariskan oleh para generasi penerus kita. Kita pernah dengar kata siri na pacce dengan nada mengejek dan berbangga kata itu keluar dengan gampangnya oleh kita. Padahal kalau mau diartikan kata itu berarti kita orang bugis adalah orang payah, padahal tidak justru orang bugis melakukan hal itu karena ada dasarnya yaitu menjaga dan menghargai keluarga dan kerabat.
Walaupun semboyang siri na pesse dan siri na pacce ini sama saja artinya kata pacce ini tetap saja bisa mengurangi arti kata sebenarnya. Dan itu kita tunggu saja kalau seandainya kata ini terus disamakan.
itulah sebabnya mengapa masyarakat bugis sangat keras, baik dalam keadaan biasa maupun dalam menghadapi sebuah masalah. sedikit-sedikit kita dengar bahwa mereka sangat suka untuk membesarkan besarkan masalah. Tidak masalah anggapan itu keluar dari mulut mereka, Karena memang kita sebagai orang bugis harus berada dalam satu ikatan sapu lidi yang dimana jika terberai akan terpencarlah mereka itulah yang saya sebut siri na pessena tau ogi. sebuah simbol yang menunjukan ciri dari sebuah daerah bugis yang dimana kalimat ini merupakan pijakan kaum bugis didalam bersosialisasi sesamanya baik dengan keluarganya, tetangganya bahkan para peguasanya sekalipun.
I am People of The Buginesse
History 05
Dalam kamus bahasa indonesia kata siri ini merupakan salah satu kata sifat yang artinya malu dan kata pesse ini merupakan simpatik serta menjaga kehormatan. Sedangkan kata penyambungnya ini saya menggunakan kata na yang berarti dan, dan jikalau saya artikan keseluruhan kalimat siri na pesse ini adalah sebuah tindakan reaksi yang didasarkan atas solidaritas terhadap sesama. Sedangkan untuk kalimat siri na pacce ini saya artikan suatu reaksi atau tindakan yang tidak didasarkan sesuatu yang jelas karena saya mengambil kata pacce ini dalam arti bugis bisa berarti miskin, payah atau segala kata yang ditujukan untuk sesuatu yang tidak bagus.
Katakanlah pakaian dengan badan dimana pakaian ini yang melindungi bagian penting dalam tubuh manusia, walau demikian pakaian ini hanya menutupi badan bagian atas tetapi tetap saja hal ini yang berperan, dan ini sangat penting untuk menutupi bagian yang tak pantas untuk dipandangi. Dan halnya pakaian ini sangat berperan penting didalam menutup malu yang ada dalam hati yang terdapat dalam tubuh kita sebagai manusia sosial dan hal ini juga pakaian yang dikenakan oleh tubuh kita butuh untuk menjaga identitas kita sebagai bangsa ketimuran. Dimana identitas yang kita pegang selama ini sangat memegang pentingnya rasa malu.
Bercerita masa lalu para nenek moyang kita sangat menghormati harga dirinya sebagai lelaki bugis, mereka rela mengikat rasa takutnya hanya untuk mempertahankan identitasnya dan itu hanya untuk mempertahankan semboyan yang mereka pegang sekian lama. Seperti halnya pakaian tadi para lelaki bugis ini sangat malu apabila sibawanna engka masalanna, mereka takut tidak ikut terlibat karena semboyan itu sudah lekat dengan badan seperti halnya pakaian tadi, dan apabila pakaian yang lekat dibadanya tadi tanggal maka timbullah cemohan-cemohan yang sangat dihindari oleh mereka, dalam artian malu itu muncul dengan sendirinya sehingga apa yang dilaluinya itu sangat mengganggu pikirannya, disamping pikirannya sendiri maka lingkungan juga akan mempengaruhi kehidupan mereka. Karena simbolnya tadi yang mereka pegang sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat bugis.
Dan untuk memperjelas arti kata ini cobalah berkaca pada peristiwa pemberontakan Kahar Musakkar bagaimana beliau ini berani menentang kebijakan pemerintah Republik Indonesia hanya untuk mengangkat teman seperjuangannya untuk menerima kehidupan yang sesuai dengan apa yang mereka perjuangkan selama masa peperangan melawan penjajahan. Dan untuk lebih mengenalkan tokoh yang gencar memperjuangkan semboyan ini, bahwa Kahar Musakkar adalah orang asli Luwu Utara dan merupakan salah satu wilayah yang masuk daerah bugis, beliau ini adalah pemimpin tentara gerilya yang ada pada daerah Sulawesi Selatan dan jabatannya ini tidak didapakannya secara Cuma-Cuma beliau dapatkan ini karena dipercaya mampu membawa kemerdekaan dengan cara politik yang lihai. Karena selain itu beliau berperwatakan keras dalam memperjuangkan apa yang pantas didapatkan serta sangat setia terhadap kawan yang mempercayainya.
Dan untuk hari mendatang kita lihat sekarang bagaimana perubahan yang terjadi pada semboyan ini. Bisa kita perhatikan perwatakan yang ada sekarang hal itu sudah tanggal dengan sendirinya. Coba perhatikan masalah yang ada sekarang kita yang selalu berbuat sesuatu yang berdasarkan siri na pesse tadi. Orang luar menganggap perwatakan orang bugis sangat suka mencari masalah terlebih lagi Itu disebabkan adanya anggapan orang luar kalau kultur budaya bugis cenderung sangat keras, memang diakui kultur budaya orang bugis memang sangat keras karena mereka sangat menghargai dan melindungi temannya (Sibawwanna) dan itu berdasar Siri na Pesse yang artinya malu dan akan menjaga kehormatan keluarganya serta kerabatnya. Dan itu yang pernah dipertahankan oleh nenek moyang kita dahulu. Bagai semboyan yang pernah diagung-agungkan para nenek moyang kita, kini hal itu tidak diwariskan oleh para generasi penerus kita. Kita pernah dengar kata siri na pacce dengan nada mengejek dan berbangga kata itu keluar dengan gampangnya oleh kita. Padahal kalau mau diartikan kata itu berarti kita orang bugis adalah orang payah, padahal tidak justru orang bugis melakukan hal itu karena ada dasarnya yaitu menjaga dan menghargai keluarga dan kerabat.
Walaupun semboyang siri na pesse dan siri na pacce ini sama saja artinya kata pacce ini tetap saja bisa mengurangi arti kata sebenarnya. Dan itu kita tunggu saja kalau seandainya kata ini terus disamakan.
itulah sebabnya mengapa masyarakat bugis sangat keras, baik dalam keadaan biasa maupun dalam menghadapi sebuah masalah. sedikit-sedikit kita dengar bahwa mereka sangat suka untuk membesarkan besarkan masalah. Tidak masalah anggapan itu keluar dari mulut mereka, Karena memang kita sebagai orang bugis harus berada dalam satu ikatan sapu lidi yang dimana jika terberai akan terpencarlah mereka itulah yang saya sebut siri na pessena tau ogi. sebuah simbol yang menunjukan ciri dari sebuah daerah bugis yang dimana kalimat ini merupakan pijakan kaum bugis didalam bersosialisasi sesamanya baik dengan keluarganya, tetangganya bahkan para peguasanya sekalipun.
I am People of The Buginesse
History 05
Coin Casino - Bonus Code for $1K Deposit Bonus
BalasHapusThe Coin Casino 인카지노 Bonus 제왕 카지노 Code is 100% up to $1000 and allows 1xbet you to play the game instantly. You can also use it to make other casino deposit